Bagaimana menyikapi Untuk Tidak Mengajari Balita Anda Calistung (Baca Tulis Hitung)!

Saat SD (Sekolah Dasar) Berpotensi Terkena 'Mental Hectic'

Berhati-hatilah para orangtua yang merasa bangga akan anak-anaknya yang masih usia balita (bawah lima tahun) telah pandai membaca, menulis, dan menghitung. Sebab, mereka berpotensi terkena stress pada masa usia sekolah.




Hal ini dikemukakan oleh Sudjarwo,Direktur PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Ditjen PNFI Kemendiknas. Hal yang sama juga disampaikan oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak pada 20/3/2012 lalu dalam diskusi pers di Plaza Bapindo, Jakarta.

 Tak heran, anak-anak ini dapat mengalami stress. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat terjadi 2.386 kasus pelanggaran dan pengabaian terhadap anak sepanjang tahun 2011. Angka ini naik 98% dibanding tahun lalu.

 "Negara gagal memberikan jaminan perlindungan kepada anak-anak. Kalau kita lihat sistem kurikulum di PAUD, anak-anak harus dapat membaca, menulis dan berhitung baru bisa masuk SD. Padahal harusnya anak usia dini itu hanya dikenalkan dengan konsep-konsep dasar kehidupan saja seperti bersosialisasi dan bergaul," kata Arist Merdeka Sirait, ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam acara diskusi pers di plaza Bapindo, Jakarta (20-3-2012).

Arist menyoroti kurikulum PAUD yang terlalu kaku ini membuat anak-anak menjadi tertekan. Ia juga menegaskan bahwa mutu pendidikan di Indonesia lebih rendah dibandingkan Vietnam. Salah satu alasannya adalah karena anak-anak tidak diberikan alternatif kurikulum selain yang diajarkan di sekolah.

 "Tuntutan-tuntutan ini menyebabkan anak-anak menjadi stress. Orangtua banyak membebani dan menuntut anak-anaknya dengan berbagai macam kegiatan. Namun orangtua ini juga tidak siap menjadi orangtua karena alasan sibuk,:kata Arist. Anak usia dibawah lima tahun (balita) sebaiknya tak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa anak akan terkena 'Mental Hectic' .

 "Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi anda siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis," ujar Sudjarwo. Kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan pada semula. Kemendiknas mendorong orangtua untuk menjadi konsumen cerdas, terutama dengan memilih sekolah PAUD yang tidak mengajarkan calistung.

Saat ini banyak para orangtua yang terjebak saat memilih sekolah PAUD yang biayanya mahal, fasilitas mewah, dan mengajarkan baca, tulis dan hitung merupakan sekolah yang baik."Padahal tidak begitu, apalagi orangtua memilih sekolah PAUD yang bisa mengajarkan baca, tulis dan hitung itu keliru," jelas Sudjarwo.       Semoga para pembaca bisa mengambil manfaat dari tulisan ini, terima kasih.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori mental education dengan judul Bagaimana menyikapi Untuk Tidak Mengajari Balita Anda Calistung (Baca Tulis Hitung)! . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://propofit3.blogspot.com/2013/01/bagaimana-menyikapi-untuk-tidak.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: ROFAI FAI - 2013-01-16

Belum ada komentar untuk " Bagaimana menyikapi Untuk Tidak Mengajari Balita Anda Calistung (Baca Tulis Hitung)! "

Poskan Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungannya Ya