Tips Menjadi Ibu yang Sesungguhnya

Rasulullah Saw bersabda :"Diantara hak anak terhadap bapaknya, adalah supaya bapaknya memilih calon ibu untuk anak-anaknya". Demikian hadist nabi yang diungkapkan dengan bahasa pendek, lugas dan komunikatif tersebut sebagai sebuah isyarat untuk kaum laki-laki yang akan memilih calon istrinya, juga sebagai calon seorang ibu dari anak-anaknya.



Kalau saja seorang laki-laki gagal dan tidak tepat untuk memilih calon istrinya sebagai calon ibu untuk anak-anak mereka, maka akan gagal pula pola pendidikan dan pembinaan dalam kehidupan berumah tangga. Demikian pula, berbagai kemajuan anak-anak dalam kehidupan keluarga tidak terlepas dari peran serta seorang ibu yang sukses dalam membina anak-anak mereka.

Dalam prakteknya, untuk menghadirkan seorang ibu yang siap memberikan pendidikan mental bagi anak-anak mereka tidak semudah membalikkan telapak tangan. Akan muncul beragan persoalan yang lahir dari berbagai pihak untuk memposisikan diri sebagai ibu ideal.

Peran serta dan partisipasi aktif seorang suami, anak-anak, kedewasaaan berfikir dan keilmuan yang memadai bagi seorang ibu merupakan bekal utama untuk memposisikan peran ibu yang sesungguhnya dalam sebuah keluarga. Karena sehebat apapun kekuatan fisik dan ilmu seorang wanita yang memiliki peran sebagai ibu amatlah terbatas untuk menuju sebuah pintu sukses.

Banyak hal yang bisa kaum ibu lakukan untuk memposisikan diri sebagai ibu teladan, diantaranya :

A. Jalin komunikasi aktif dengan putra-putrinya
Sampaikan dengan bijak setiap persoalan yang layak mereka terima dan terima dengan bijak pula setiap persoalan yang sedang mereka hadapi. Karena hanya dengan keterbukaan dan kebijakan inilah segala persoalan anak-anak kita bisa kita pahami dan sekaligus kita juga sebagai ibu anak-anak mereka bisa memberikan solusi terbaik untuk manfaat hidup mereka.

B. Berikan anak-anak kita keteladanan dalam berbagai hal  
Sering kali, perintah yang ditekankan dan ajakan yang disampaikan tidak disertai dengan pekerjaannya. Sehingga instruksi-instruksi tadi tidak melahirkan rasa simpati untuk diikuti anak-anak kita. Karenanya, ikuti ajakan kita dengan cara kita memberikan teladan baik sebagai media untuk mempermudah anak-anak kita mengerjakan suatu pekerjaan.

C. Sampaikan penghargaan atas segala prestasi yang diraihnya 
Memberikan hadiah tidak selamanya dalam bentuk materi belaka, secara moral mereka pun akan merasa bangga ketika hasil pekerjaannya mendapatkan penilaian positif. Dan ingat, bahwa ketika kita memberikan penghargaan kepada anak-anak kita, suatu saat, mereka juga akan mudah dalam memberikan penghargaan terhadap ibu mereka.

D. Berikan mereka tindakan (hukuman) atas pelanggaran yang dilakukannya
Anak-anak kita juga harus mendapatkan tindakan (hukuman) dari kita sebagai orangtua mereka ketika mereka melakukan pelanggaran. Berikan mereka arahan dan pengertian yang sesuai dengan perkembangan usia mereka. Hindari bahasa lisan yang berlebihan dan akan membuat mereka penat pendengarannya. Membiasakan diri dengan menyampaikan nasehat-nasehat yang berkuallitas, tidak mesti panjang dan berbelit-belit.

E. Ekspresikan rasa duka ataas kenakalan mereka dan tampakkan ekspresi senang ketika mereka merespon keinginan baik kita  
Metode ini juga bisa dijadikan sebagai tindakan atas perbuatan salah anak-anak kita. Dengan ekspresi tersebut diharapkan mereka bisa berfikir lebih jauh dan bisa membuat pertimbangan untuk sesegera mungkin meninggalkan perbuatan buruk mereka. Demikian pula sebaliknya, ketika mereka berbuat berbagai kebaikan.

F. Awasi pergaulan mereka dan ketahui dengan siapa anak-anak kita bergaul, di mana saja tempat bergaul mereka dan aktifitas apa saja yang mereka lakukan 
Anak-anak kita hanya beberapa jam saja berada di sekolah, di luar sekolah mereka mempunya teman untuk bergaul dan banyak aktifitas yang mereka lakukan dengan tempat yang cukup variatif. Banyaknya kenakalan di kalangan remaja yang sama sekali tidak diketahui oleh orangtuanya. Para orangtua hanya tahu setelah mereka menyimak pemberitaan media massa dan informasi dari pihak kepolisian.

G. Do'a sebagai kekuatan untuk membuat kita percaya diri
Semaksimal mungkin usaha yang kita lakukan untuk kesuksesan anak-anak kita tentu tidak akan tercapai, tanpa do'a yang diminta ke hadirat Allah Swt. Apalagi, ketika kaum ibu menyampaikan proses pembelajaran untuk anak-anaknya, selalu ada persoalan-persoalan yang tidak bisa kita tanggung sendiri.

Dalam sebuah syair disebutkan,"Ibu adalah lembaga sekolah, ia dipersiapkan agar dapat membentuk bangsa yang baik dan kuat. Dan yatim itu bukanlah orang yang ditinggalkan mati dan mendapat kesusahan, tetapi sesungguhnya yatim itu adalah seorang anak yang ibunya tidak mempedulikan pendidikan mereka, sedangkan ayahnya selalu sibuk".

Akhirnya, tugas kaum ibu untuk mengayomi anak-anaknya di rumah tidak mudah, perlu berbagai upaya yang harus dilakukan secara maksimal untuk sebuah tujuan mulia, di samping menyadari dan membuktikan peranan seorang yan gsesungguhnya. Semoga bermanfaat untuk para pembaca semua. Terima kasih.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori mental education dengan judul Tips Menjadi Ibu yang Sesungguhnya . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://propofit3.blogspot.com/2013/04/tips-menjadi-ibu-yang-sesungguhnya.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: ROFAI FAI - 2013-04-22

Belum ada komentar untuk " Tips Menjadi Ibu yang Sesungguhnya "

Poskan Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungannya Ya